Apa itu Bascom-AVR?
BASCOM-AVR adalah salah satu perangkat software untuk
pembuatan program, yang ditanamkan dan dijalankan pada mikrokontroler keluarga AVR seperti ATMega8, ATMega16,
dll. BASCOM-AVR juga bisa disebut
sebagai IDE (Integrated Development
Environment) yaitu lingkungan kerja yang terintegrasi, karena disamping
tugas utamanya (meng-compile kode
program menjadi file HEX / bahasa mesin), BASCOM-AVR juga memiliki kemampuan /
fitur lain yang berguna sekali, contoh :
-
Simulator
-
Programmer
(untuk menanamkan program yang sudah di-compile
ke mikrokontroler).
Screenshot BASCOM-AVR :
Dan perlu diketahui, sesuai dengan
namanya BASCOM (Basic Compiler)
bahasa yang digunakan adalah bahasa BASIC. Jadi, jika anda sudah pernah
menggunakan bahasa BASIC (Visual Basic, Turbo Basic, dll), akan menjadi modal
penting untuk mempelajari tool ini
karena secara struktur pemrograman dasar tidak ada perbedaan.
Sangat disarankan bagi Anda untuk
membaca karakteristik dari mikrokontroler yang anda gunakan terlebih dahulu.
Langkah Awal Penulisan Program pada BASCOM-AVR
Untuk memulai pembuatan
program dengan BASCOM-AVR, klik menu File -> New. Langkah awal penulisan
program adalah dengan menentukan file register dan kristal yang digunakan,
yakni dengan menuliskan :
$regfile =
"m16def.dat"
$crystal = 8000000
Dimana "m16def.dat" adalah
nama file yang berisi konfigurasi alamat register pada mikrokontroler AVR
ATMega 16, jika anda menggunakan jenis lain, maka anda harus mengganti nama
file register ini sesuai dengan mikrokontroler yang anda gunakan. Sedangkan 8000000
adalah frekuensi denyut kristal yang digunakan, satuannya adalah dalam Hertz (8000000
= 8 MHz). Pada mikrokontroler keluarga AVR terdapat crystal internal : 1 MHz, 2
MHz, 4 MHz, dan 8 MHz, silahkan dipilih sesuai dengan keperluan anda.
Variabel & Tipe data
Di dalam pemrograman tipe data adalah
hal yang sangat penting untuk diketahui sebelum kita memulai pemrograman itu
sendiri. Pada bahasa Basic yang telah disesuaikan dengan BASCOM-AVR, tipe-tipe
data yang dikenal dan dapat digunakan adalah sebagai berikut :
- Bit
(1/8 byte). Satu bit hanya bisa menampung nilai 1 atau 0. Kumpulan
dari bit sebanyak 8 disebut byte.
- Byte
(1 byte). Byte bisa menampung angka binari 8 bit dengan jangkauan 0 sampai
255.
- Integer
(2 byte). Integer bisa menampung angka bulat 16 bit dengan jangkauan -32,768 sampai
+32,767.
- Word
(2 byte). Words memiliki daya tampung yang sama dengan
Integer, perbedaannya adalah Wor tidak mendukung nilai negatif
adapun jangkauannya adalah dari 0 sampai 65535.
- Long
(4 byte). Long mampu menampung angka bulat 32 bit mulai
dari -2147483648 sampai 2147483647.
- Single.
Single mampu menampung angka pecahan (desimal) 32 bit dengan jangkauan
dari 1.5 x 10^–45 sampai 3.4 x 10^38
- Double.
Double mampu menampung angka pecahan (desimal) 64 bit dengan
jangkauan dari 5.0 x 10^–324 sampai 1.7 x 10^308
- String
(bisa sampai 254 byte). String bisa menampung karakter ataupun
kumpulan karakter. Misalnya : "IVAN ANTARIKSA" =>
merupakan kumpulan karakter, sehingga bisa ditampung ke dalam
variabel dengan tipe data String.
Cara mendeklarasikan sebuah variabel
pada BASCOM-AVR adalah sebagai berikut :
Dim
nama_variabel as tipedata,
contoh : Dim x as Byte.
Khusus untuk tipe data String ada
sedikit tambahan yakni jumlah karakter maksimal yang bisa ditampung oleh
variabel tersebut. Contoh :
Dim X as String * 10, berarti variabel X mampu menampung karakter sepanjang 10 karakter.
Di dalam penulisan nama variabel
terdapat beberapa aturan yang harus di perhatikan :
- Tidak
boleh menggunakan karakter khusus seperti :
*/#$@!%^&*(),;'~`?<>+=-\
- Tidak
boleh menggunakan kata kunci yang telah ada di dalam bahasa pemrograman,
contoh : for, next, do, loop, while, until, dll.
- Karakter
pertama dalam nama varibel tidak boleh angka, contoh : 1var => salah, var1
=> benar.
- Tidak
boleh ada spasi, jika nama variabel lebih dari satu kata dapat dihubungkan
dengan underscore(“_”).
Operator
Operator yang digunakan secara umum
adalah, operator pembanding, operator aritmatik, dan operator logika.
1.
Operator Pembanding
Operator
|
Keterangan
|
Penggunaan
|
=
|
Sama Dengan
|
A=B
|
<>
|
Tidak Sama Dengan
|
A<>B
|
>
|
Lebih Besar Dari
|
A>B
|
<
|
Lebih Kecil Dari
|
A<B
|
>=
|
Lebih Besar Sama Dengan
|
A>=B
|
<=
|
Lebih Kecil Sama Dengan
|
A<=B
|
Hasil dari operasi dengan menggunakan
operator pembanding adalah true atau false.
2.
Operator Aritmatik
Operator
|
Keterangan
|
Penggunaan
|
+
|
Tambah
|
A=B+C
|
-
|
Kurang
|
A=B-C
|
*
|
Kali
|
A=B*C
|
/
|
Bagi
|
A=B/C
|
\
|
Pembagian Bulat (Div)
|
A=B\C
|
^
|
Pangkat
|
A=B^C
|
3.
Operator Logika
Operator
|
Keterangan
|
Penggunaan
|
AND
|
Konjungsi
|
A AND B
|
OR
|
Disjungsi
|
A OR B
|
XOR
|
Exclusive Or
|
A XOR B
|
NOT
|
Komplemen
|
NOT A
|
Perulangan / Looping
Perulangan / looping tidak bisa dipisahkan dengan bahasa pemrograman. di dalam
bahasa basic, perulangan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
1.
Do ... Loop Until Kondisi
Contoh penggunaan :
Dim x as byte
x
= 0
Do
statement
...
x = x + 1
Loop until x = 10
2.
While Kondisi ..... Wend
Contoh penggunaan :
Dim x as byte
x = 0
While x < 10
statement
...
x = x + 1
Wend
3.
For..... Next
Contoh penggunaan :
Dim x as byte
For x
= 1 to 10
statement
...
Next
x
Konfigurasi Dasar Port
Agar dapat digunakan, Port yang
terdapat pada mikrokontroler harus dikonfigurasi terlebih dahulu. Pada
kesempatan ini kita hanya akan mengkonfigurasi Port sebagai I/O (Input atau
Output).
Konfigurasi Port Sebagai Output
Dengan mengkonfigurasi Port sebagai
output berarti Port tersebut ditugaskan untuk mengeluarkan suatu logika. Untuk
mengkonfigurasi Port sebagai output dapat dilakukan dengan 2 cara :
- Konfigurasi
Semua Pin dalam suatu Port secara keseluruhan. Dengan mengggunakan cara
ini berarti kita menginginkan semua pin pada Port tertentu dikonfigurasi
sebagai output. Adapun cara penulisannya adalah :
Config
PORTX= output. Contoh : Config PORTA = output.
- Konfigurasi
Pin tertentu dalam suatu Port. Dengan menggunakan cara ini berarti kita
menginginkan salah satu Pin atau beberapa Pin pada Port tertentu
dikonfigurasi sebagai output. Adapun cara penulisannya adalah:
Config
PORTX.y = output. Contoh : Config PORTA.3 = output.
Pada
contoh tersebut dapat dilihat bahwa hanya Pin 3 (Pin ke 4, karena penomoran Pin
dimulai dari 0) pada PORTA yang dikonfigurasi sebagai output.
Konfigurasi Port Sebagai Input
Dengan mengkonfigurasi Port sebagai input
berarti Port tersebut ditugaskan untuk menangkap perubahan logika dari suatu
sumber tertentu (misalnya sensor). Untuk mengkonfigurasi Port
sebagai input dapat dilakukan dengan 2 cara :
- Konfigurasi
Semua Pin dalam suatu Port secara keseluruhan. Dengan mengggunakan cara
ini berarti kita menginginkan semua pin pada Port tertentu dikonfigurasi
sebagai input. Adapun cara penulisannya adalah :
Config
PORTX= input. Contoh : Config PORTA = input.
- Konfigurasi
Pin tertentu dalam suatu Port. Dengan menggunakan cara ini berarti kita
menginginkan salah satu Pin atau beberapa Pin pada Port tertentu
dikonfigurasi sebagai input. Adapun cara penulisannya adalah:
Config
PINX.Y = input. Contoh : Config PINA.3 = input.
Pada
contoh tersebut dapat dilihat bahwa hanya Pin 3 (Pin ke 4, karena penomoran Pin
dimulai dari 0) pada PORTA yang dikonfigurasi sebagai input.
Setting
Programmer
Seiring
dengan berkembangnya jaman, saat ini begitu banyak jenis downloader/programmer
yang dijual dipasaran. USBASP adalah salah satu downloader/programmer yang umum
digunakan oleh user, bagi anda yang
masih menggunakan downloader/programmer parallel, BASCOM-AVR juga support
karena saya masih hobi menggunakannya tapi karena port parallel pada PC sudah
semakin jarang. Sekarang sudah semakin jarang yang menggunakan, dan lebih
memilih USBASP karena setiap PC atau laptop pasti ada port USBnya. Berikut cara
setting untuk downloader/programmer parallel :
Option
=> Programmer => pilih STK200/STK300 Programmer => centang AUTOFLASH
=> OK
Sedangkan untuk USBASP anda harus
menginstal terlebih dahulu drivernya “libusb_0.1.12.1” silahkan download search
aja di mbah google, bagi yang belum punya. Berikut cara setting untuk
downloader/programmer USBASP :
Option
=> Programmer => pilih USB ASP => centang AUTOFLASH => OK
Cukup mengenai pengenalan dasar
BASCOM-AVR. Mari kita langsung bermain dengan mikrokontrolernya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar